iman safri lukman's site

sebuah pengekspresian, sebuah pandangan, tempat ide dan tanggapanku tertuang

artikel

semua hal yang kuanggap perlu untuk di tuangkan, tak sistmatis memang. bahkan terlalu acak.

view:  full / summary

lelaki yang teringgal

Posted at 04:36 AM on June 30, 2009 Comments comments (0)

sudah kesekian sahabat atau sekedar teman, pengamen, lele' nasi goreng, kawan esde, dan manusia lainnya yang kautanyai...

 

kau: apa yang anda lakukan saat sedang terpuruk?

manusia2: bangkit!!!! (tentu sj dengan versi penyampaian berbeda, red)

.

.

.

 

engkau adalah seorang yang sangat beruntung, jika selama detik yang kaujalani, tak pernah kau rasakan sakit, stuck, jatuh, sedih, atau membekudengan perih yang menusuk-nusuk. dan karena kau manusia biasa denganperuntungan yang juga biasa, maka kan kau rasakan rasa-rasa itu.sekali? mungkin, dua kali? bisa jadi, puluhan kali? em.... kali lah,beratus-ratus kali? who knows?

 

yang jelas tak mampu kutentukan berapa kali kau akan terpuruk. tak mampu

yang jelas tak bisa kugambarkan rasa yang akan kau jalani nanti, tak bisa.

 

karaktermu yang kau bawa adalah jarum kompas yang memegang langkah. dansaat terpuruk ia juga yang membuatmu melakukan pilihan.

 

seorang introvert mungkin akan memendam perihnya, merenungi seberapasakit yang ia bawa, menutup rapat kedua bibirnya, dan membiarkan sepimemeluk tiap pedih yang ia reguk.

 

karakter burung kenari, bisa jadi akan mencari orang terdekat danmencoba mengurangi beban yang ia bawa dengan tutur di hatinya.menumpahkan semua berharap semua itu pergi tak bersisa.

 

karakter manusia langit boleh jadi akan bermuhasabah, mengadu padapenggengm kesempurnaan, dan pemberi cobaan pun rasa terpuruk yang diciptakanNYA.

 

masih banyak karakter lain yang menanggapi perihnya dengan cara yangberbeda, pergi traveling, melakukan aktivitas dan minyibukkan diri,berakting sesempurna mungkin menutupi tiap luka dengan senyum nyarissempurna, berlari menghindar dari masalah, bisa menjadi lebih tegarbisa menjadi lebih rapuh. bisa mengambil hikmah bisa membenci takdir,bisa lebih semangat bisa semakin terpuruk. itu adalah kompas yangmembawamu.

 

sekarang mari sedikit 'open minded' bersifat terbuka dengan filter yangkau ciptakan sendiri. karena gak semua karakter yang kau bawa mampumenjadikanmu lebih baik saat bangkit dari keterpurukan. bahkan mungkinsemakin membenamkan... berfikir benarkah? berfikir mampukah? berfikirlainnya?

 

setelah menemukan kekurangan dan kelebihan kompasmu, mari beralih kepenyaringan kompas2 lainnya. sah-sah saja meniru, asal menurutmu itumampu membawamu keluar dari lorong gelap itu. kelak kau kan temukankompas yang benar benar mengarah selatan-utara.

 

lalu

 

instropeksi, analisis, evaluasi. dan bersiaplah bangkit. dan kau yanglebih tau bangkit itu bentuknya seperti apa.....!!!!!!!!!!!!!!!

 

 

 

cttn : didedikasikan buat lelaki yang menulis catatan ini. lelaki yangmungkin tertinggal jauh, lelaki yang terhenti, dan jangan lupamengganti tiap huruf "kau" dicatatan ini dengan nama lelaki ini.


amru, cut dan lantun terputus

Posted at 02:26 PM on June 29, 2009 Comments comments (0)

Beberapa receh dan lembar rupiah terkumpul di sisa kantong bungkus permen yang ia tadahkan di depan para penumpang. Suaranya telah terdengar serak meski masih merdu sampai ditelingaku, tiga buah lagu ia lantunkan, mengalun sepanjang jembatan Ampera dan sungai Musi. Tubuh mungil bocah 8tahun itu sesekali terhuyung kala harus menyelinap dipadat penumpang bis. Tangan kanannya masih memegang adiknya--Cut yangmasih kecil. Berusaha sekuat tenaga agar adiknya tak terlepas darigenggaman.

 

Kini bungkus permen yang ia sodorkan sampai di hadapanku, terdengar bunyi gemerincing dari bungkus itu, mengikuti ayunan tangan amru. Tak sekilaspun ia menatap mataku, Cut telah banyak menyita konsentrasinya, bahkan untuk memberi sunggingan senyum kecil kepada penumpang yang akan ia pintai.


"seikhlasnya kak" suaranya serak menatapku

tak kuasa kualihkan pandang pada bocah itu, kumasukkan selembar rupiah di kantong permenya. bis kemudian berhenti mencari penumpang lain meski didalam sudah sesak dipenuhi penumpang dengan beraneka karakter. amru cepat mengajak cut turun, langkah mungil mereka tertatih keluar daripintu belakang bis.

 

bis telah membawaku menjauh dari dua bocah lucu tersebut, masih bisakutatap dari jendela kaca belakang, amru mebgusap jilbab kecil adiknyadan kemudian mengacak-ngacak kain putih tersebut. hampir setiap miinggukudengar lagu-lagu mereka. kadang lagu lagu kesedihan, kadang lantunankeagungan tuhan, kadang kagu khas daerah mereka--Aceh dan kesedihantsunami beberapa tahun lalu. dan setiap kali kudengar lantunan mereka,maka sepanjang sisa perjalanan palembang-inderalaya bayang merekamenemani lamunku.

 

***

 

disalah satu siang saat aku tengah menunggu bis yang akan membawakukembali ke inderalaya. mataku dan mata amru bertemu tatap, sementaracut sibuk memutar dan membolak balik kantong bungkus permen, berharapmasih ada rupiah yang terlupa diambil kakaknya. amru tak asing lagidengan wajahku, entah berapa puluh atau ratus kali aku mendengarkan iamelantun dengan gitar kecilnya. kemudian ia tersenyum.

"assalamu'alaikum kak" lembut tuturnya menyapaku dengan salam sambil menjabat tanganku

"waalaikumussalam" terperanjat saat dia menunduk dan mencium tanganku

"la dzuhur kak, belum nak sholat?" 4tahun di palembang dengan 1 tahun mengamen membuatbya fasih berbahasa palembang.

ajakannya mengiris hati, sudah beberapa bulan rutinitas melenakan hati.hanya untuk sujud dihadapanNYA 5 kali sehari saja aku sering lalai.

"yuk kak" cut berteriak memanggilku

"naaaaaik" cut kegirangan saat kakaknya tak keberatan ia naikki. amru menggendong adiknya.

aku sedikit tergesa mengikuti amru yang sesekali jahil menakut-nakutiadiknya dengan tiba-tiba berlari dan berhenti nebdadak. mereka tertawa,menikmati hidup yang terkadang kejam memisahkan hati mereka dengan hatiayah-ibunya...............

pelataran masjid menyaksikan kedua bocah tersebut. mereka berhasil menyentuh keping hatiku yang belum berpendar.

"kak, imam ye?" amru membentangkan sajadah sedikit lebih mundur dari sajadahku.

sementara cut masih ribet mengenakan mukenanya yang kebesaran, smile

aku menganggukkan kepala, mengisyaratkan kesediaan. meski masih ada rasa kebelumpantasan seorang 'aku' menjadi seorang imam.

 

dalam takbir, dalam ruku', dalam sujud, dan dalam salamku kucobabenar-benar menghambakan diri, berusaha agar ashar kali ini bermaknabukan rutinitas biasa.

aku tak tau apa yang ada dibenak amru dan adiknya, hanya bisik kecilyang didengar hembus angin keluar dari bibir kedua bocah tu, mengikutitakbir dan al fateha dari sang imam.

 

mereka terlihat khusyuk melambungkan pinta pada penguasa kesempurnaanseusai sholat. bola mata amru terlihat teduh, lalu berkacamengisyaratkan sedih, pengharapan, penyesalan, dan permohonan ampundari do'a yang ia lafaskan.

 

semilir semakin dihembuskan angin panas kota, semakin mengiris hati sipeminta yang menengadah. rambut ikalnya tak sedikitpun bergemingditerpa semilir tadi. lmeski kemudian kepalanya semakin menundukmenggapai kedua telapak tangannya sendiri, lama.... ia menutup wajahnyadengan kedua tangan yang tadi ditengadahkan. lalu... perlahan isaknyaterdengar, meski samar, meski pelan dan begitu menyayat empati. kudekappundaknya, membelai rambut ikalnya, merasakan dan menenangkan,,

tangispun pecah menyapa tiap sudut yang dilalui semilir tadi.....


 

to be continued.


 

arti sahabat dalam sudut pandangku.

Posted at 02:20 PM on June 29, 2009 Comments comments (2)

    Sahabat adalah keping perahu yang terbelah, mengapung memberimu pegangan saat kau mulai tenggelam, menggapai tepian pantai. Ia adalah orang yang membantumu memecahkan sejumlah masalah yang sengaja atau taksengaja kau ciptakan dan kau hadapi. ia hati yang tulus membantu tanpa pamrih dikemudian waktu.


 

Sahabat adalah awan jingga senja hari, merona meneduhkan saat kau telah lelah terbakar terik yang menggersangkan. Ia adalah ujung jari yang menghapus airmata. Ruang kosong dimana kau merasa nyaman berteriak,menangis, dan tersenyum.


 

Sahabat adalah angin yang menyeretmu ke utara. Ia adalah nasehat kebaikan yang ada saat ragu menghampirimu. Bijak yang mencerahkan saat keputusan masih sangat abu-abu. Serta kehangatan yang dengan santun membawamu menjauhi 'salah' yang buruk rupa.


 

Sahabat adalah kepal tangan yang di acungkan, saat hatimu mulai padam meraih tujuan. Semangat tak terputus yang terus dipercikkan pada langkah yang semakin lemah. Ia adalah bahu yang memapahmu setulus hati, berharap kau tak terjatuh saat putus asa menjadi-jadi.


 

Dan sahabat adalah manusia biasa yang pernah salah, yang mest...

kau pegang saat tepian pantai tak kunjung ia temukan,

kau teduhkan saat terik semakin perkasa menggersangkan hati,

kau seret ke utara saat keputusannya masih abu-abu, dan

kau kepalkan tangan saat semangatnya mulai padam menggapai tujuan.


 

indah? sangaaaat indah jika pertemanan seperti itu, dan yakinlah kelakkisah kalian akan menjadi sebuah kenangan yang tetap terkunci dilapis hati. Saat kelak zaman semakin renta, saat zaman telah menua



 

cttn:didedikasikan untuk semua jiwa yang merasa menjadi sahabat lelaki ini, thanks smile



Rss_feed

Welcome

Recent Forum Posts

No recent posts

Featured Products

No featured products

Google+ Web Search

Site Clock

Skype Button with Status

My status